Nilai-nilai klasik dan lawas menjadi pencuri hati kelas satu bagi warga dan wisatawan di Yogyakarta. Tempat-tempat anyar yang mampu memberi sentuhan klasik ini patut dikunjungi saat berkunjung ke Yogyakarta.

Ice Cream Old Dish Tip Top

Pecinta es krim pasti pernah mendengar nama Es Krim Tip Top yang legendaris di Jalan Pangeran Mangkubumi (sekarang Jalan Marga Utama). Pada awal 2015, generasi ketiga dari pendiri Es Krim Tip Top mencoba mengembangkan usaha tersebut dengan mendirikan gerai lain bernama Ice Cream Old Dish Tip Top. Di tempat baru ini, suasana kedainya lebih warna-warni, namun nuansa klasik tetap dipertahankan, terlihat dari pemilihan perabotan, dekorasi, dan ornamen. Selain mempertahankan beberapa menu Es Krim Tip Top yang selalu menjadi andalan, tersedia pula menu lain yang berbahan dasar es krim, seperti Banana Vanilla Fried Bread dan Banana Split, serta menu makanan, seperti Fried Pastel dan Fish n Chips. (Buka setiap hari pukul 10:00 – 23:00, Jl. Colombo No. 8A, Caturtunggal, Depok, Sleman)

Panggung Terbuka Hutan Pinus

Keasrian dan keindahan Hutan Pinus Mangunan mungkin bukan hal baru bagi penggemar wisata alam Yogyakarta. Tapi baru-baru ini telah dibuat panggung terbuka di kawasan hutan pinus dengan balok-balok kayu sebagai tempat duduknya. Selaras dengan image Yogyakarta sebagai kota budaya, menggelar pertunjukan seni di tengah alam pastilah akan sangat syahdu. Bagi yang hendak menikah pun bisa menjadikannya sebagai lokasi foto pre-wedding. Dengan sudut pengambilan gambar yang tepat, foto-foto berlatar hutan pinus nan rimbun yang mirip lokasi syuting film Hollywood pun bisa didapat.

Bakmi Jawa Mbah Gito

Keberadaan Bakmi Jawa Mbah Gito ini memang sudah cukup lama, tapi namanya baru santer terdengar belakangan ini. Berbeda dengan bakmi jawa legendaris lainnya di Yogyakarta, restoran ini memilik unik dengan batang-batang pohon besar sebagai penyangganya. Konon warung bakmi ini merupakan bekas kandang sapi yang disulap menjadi rumah kayu berlantai dua. Suasana Jawa terasa kental dari karyawannya yang berpakaian lurik, beberapa alat pertanian dan pertukangan yang menghiasi dindingnya, hingga deretan wayang kulit di lantai dua yang bisa dimainkan pengunjung. (Buka setiap hari pukul 10:00 – 23:00, kecuali Sabtu pukul 16:00 – 23:00, Jl. Nyi Ageng Nis No. 9, Peleman, Rejowinangun)

Belanja di Tjokrosuharto Arts & Crafts

Bagi yang sedang mencari suvenir atau ornamen untuk menghias rumah dengan pernak-pernik Jawa, kunjungilah toko ini. Menjual suvenir kecil, seperti gantungan kunci, sandal dan dompet batik, tersedia pula aneka permainan tradisional dan perangkat budaya Jawa, seperti gamelan dan keris berkualitas. Itu semua masih ditambah aneka pilihan lukisan, patung, kain, dan aneka pakaian batik. Toko suvenir yang telah beroperasi sejak zaman Kolonial Belanda dan menjadi bagian dari perang kemerdekaan karena mendonasikan sebagian pendapatannya untuk mendanai perang gerilya, Tjokrosuharto adalah pilihan berbelanja unik di Yogyakarta dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan yang dijual di emperan Malioboro. (Jalan Panembahan 58, www.tjokrosuharto.com)

Kebun Buah Mangunan

Berada di Kecamatan Dlingo, Bantul, dekat Imogiri, tempat ini dapat ditempuh dengan berkendara selama satu jam dari pusat kota Yogyakarta. Walau namanya kebun buah, namun yang menarik perhatian utama pengunjung bukanlah aneka tanaman buah, seperti rambutan, belimbing, durian, dan lain-lain, selain pengunjung juga dilarang memetic buah, melainkan pemandangan Pegunungan Sewu dan Sungai Oyo di sekitarnya. Untuk dapat menikmati pemandangan spektakuler di sini pengunjung harus melewati jalanan menanjak yang curam. Kendaraan bermotor dapat sampai ke puncak dan tersedia area parkir, namun disarankan untuk memarkir dekat pintu masuk dan menuju puncak dengan berjalan kaki karena tersedia trototar khusus bagi pejalan kaki. Saat terbaik ke sini adalah menjelang senja untuk menikmati matahari terbenam dan sesaat setelah matahari terbit bagi yang ingin menikmati pemandangan kabut yang bergulung-gulung.

Sumber: Panorama Magazine