Selain sejarah dan budayanya, Daerah Istimewa Yogyakarta menawarkan gua, gunung, air terjun, sungai, hingga laut, yang tak hanya indah untuk dinikmati, namun juga siap memberikan pengalaman yang berbeda saat menjelajahinya dengan berbagai aktivitas yang menantang.

CAVING

Caving di Jomblang menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar internasional keamanan caving di gua vertikal dan harus didampingi penelusur gua yang berpengalaman. Memasuki ke Gua Jomblang, pengunjung harus melawan takut untuk menuruni tebing setinggi 60 meter dengan teknik single rope technique (SRT), kemudian menuju Luweng Grubung dengan memasuki mulut gua yang berukuran sangat besar. Jomblang dan Luweng Grubug dihubungkan dengan sebuah lorong gelap sepanjang 300 meter. Selama perjalanan, mata akan terpana oleh batu kristal, stalaktit, dan stalagmit yang turut menghiasi lorong. Di ujung perjalanan, sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug dari ketinggian 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone. Di sini merupakan area berfoto yang sangat populer, untuk menaikinya diwajibkan melepas alas kaki agar tak merusak batu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun tersebut. Selain itu, sungai bawah tanah yang masih satu sistem dengan Kalisuci pun mengalir dengan deras di bawahnya dengan suara gemericik air yang menggema di sepanjang gua. Tak banyak yang tahu kalau Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar reality show The Amazing Race. 

2.jpg

CAVE TUBING

Terdapat dua alternatif lokasi untuk melakukan cave tubing di Yogyakarta yaitu, Kalisuci dan Gua Pindul di Gunungkidul. Keduanya menawarkan pengalaman memacu adrenalin yang serupa dengan keindahan alam selama penelusurannya. Cave tubing sendiri adalah aktivitas petualangan yang memadukan body rafting dan caving, tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing, peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lampyang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Gua Kalisuci merupakan salah satu segmen dari kawasan Kars Gunungsewu yang luasnya mencakup tiga kabupaten, yaitu Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan, serta sempat diusulkan agar masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia. Perjalanan cave tubing sepanjang 500 meter akan berlangsung dalam satu setengah hingga dua jam. Ornamen alam dan ekosistem dalam gua merupakan keindahan yang akan dinikmati saat menyusuri sungai tersebut, selain juga keunikan sungai yang berkelok-kelok dengan hiasan tanaman perdu dan kelelawar yang sedang bergelantungan. Kawasan Karst Kalisuci mempunyai lima gua yang terhubung dan dapat ditelusuri sekaligus, yaitu Gua Glatikan, Gua Suci, Gua Buri Omah, Gua Gelung, dan Gua Brubug. Sungai mengaliri dalam gua-gua tersebut mempunyai lebar bervariasi antara lima sampai sepuluh meter dengan air yang sangat jernih. 

3.jpg

Gua Pindul adalah aliran sungai bawah tanah dari Sungai Oyo, sungai yang sama dengan yang membelah ngarai di Air Terjun Sri Gethuk. Pengunjung dapat menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 meter. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapa pun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dengan durasi penyusuran antara 45 hingga 60 menit. 

PARALAYANG & ATV

Bukit yang berada di ujung timur Pantai Parangtritis ini merupakan lokasi sempurna untuk menikmati keindahan Pantai Selatan, terlebih dengan tandem paralayang. Kegiatan ini aman selama mengikuti arahan dari instruktur saat melayang udara yang berdurasi sekitar 45 menit. Jika kondisi angin sedang bagus, maka durasi melayang di udara dapat mencapai satu jam, sebelum mendarat di Pantai Parangtritis. Selain paralayang, Pantai Para adalah mengendarai ATV (All-terrain Vehicle) yang penyewaannya berjejer di sepanjang Pantai Parangtritis hingga Pantai Parangkusumo. Lokasi terbaik untuk mengendarai ATV adalah di Pantai Parangkusumo yang relatif lebih sepi, sehingga bisa lebih leluasa mengoperasikan kendaraan tanpa takut menabrak orang.

4.jpg

SANDBOARDING

Terbentang di Pantai Selatan Yogyakarta, merupakan fenomena alam yang langka dan hanya ada satu-satunya di Asia Tenggara dengan luas sekitar dua kilometer persegi. Dengan topografinya yang berbukit-bukit, pecinta olahraga ekstrem sandboarding dapat meluncur dari ketinggian yang bervariasi antara lima hingga tujuh meter dengan papan yang mirip skateboard dan surfboard. Bagi yang ingin belajar dan mencicipi serunya sand boarding, masyarakat setempat menyediakan jasa penyewaan papan tanpa batasan waktu dan tanpa segan memberikan sedikit pelatihan. Agar dapat meluncur mulus, bagian bawah papan harus diberi wax terlebih dahulu. Permainan ini aman bagi siapa saja, asal memperhatikan keselamatan dan menggunakan helm. 

OFF ROAD

Untuk menikmati keindahannya dengan cara berbeda, bertempat di Kaliadem, sejumlah mobil 4WD berjejer dan siap membawa pengunjung menikmati Merapi dengan cara off-road. Nama Volcano Tour sendiri dikenal setelah erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan beberapa kampung di lereng selatan, termasuk wisata alam Kaliadem. Terdapat beberapa rute yang ditawarkan oleh Lava Tour Merapi, dari short trip hingga long trip dengan rute Museum Sisa Hartaku hingga Makam Mbah Maridjan. Sebaiknya datang pagi-pagi sekali untuk menikmati detik-detik terbitnya matahari. Selama perjalanan, terdapat beberapa kubangan yang dilewati dengan air yang dapat muncrat, jadi jangan lupa bawa baju ganti dan jaket, karena sebagian besar kendaraan ini beratap terbuka.  

Sumber: Panorama Magazine